10.17 Digital Clock
Digital Clock merupakan suatu sistem digital yang digunakan untuk menampilkan waktu dalam format jam, menit, dan detik secara otomatis. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan sinyal clock sebagai sumber pulsa yang kemudian dibagi menjadi pulsa 1 Hz (1 pulse per second) menggunakan rangkaian pembagi frekuensi (frequency divider). Pulsa tersebut selanjutnya digunakan sebagai masukan bagi rangkaian counter untuk menghitung detik, menit, dan jam.
Pada Gambar 10.17, sinyal AC 60 Hz terlebih dahulu diubah menjadi pulsa digital menggunakan Pulse Shaper, kemudian dibagi oleh Counter Divide-by-60 sehingga menghasilkan sinyal 1 pulse per second (1 pps). Pulsa ini diteruskan ke rangkaian counter BCD dan counter Mod-6 yang tersusun secara berantai untuk menghitung satuan detik, puluhan detik, satuan menit, puluhan menit, satuan jam, hingga puluhan jam. Setiap keluaran counter dihubungkan ke rangkaian decoder/display sehingga nilai waktu dapat ditampilkan pada seven-segment.
Selain itu, sistem juga menggunakan Flip-Flop MOD-2 dan Flip-Flop AM/PM untuk mengatur pergantian mode waktu 12 jam, sehingga jam akan berubah secara otomatis dari AM ke PM setelah melewati pukul 12.
- Memenuhi tugas mata kuliah Elektronika Digital.
- Memahami prinsip kerja digital clock berbasis counter digital.
- Mengetahui fungsi frequency divider dalam menghasilkan pulsa 1 Hz.
- Mempelajari kerja counter BCD dan counter Mod-6 pada sistem pewaktuan.
- Memahami proses tampilan waktu menggunakan decoder dan seven-segment display.
| Pin No | Pin Name | Description |
|---|---|---|
| 1 | 4 | Decimal Input Pin 1 |
| 2 | 5 | Decimal Input Pin 2 |
| 3 | 6 | Decimal Input Pin 3 |
| 4 | 7 | Decimal Input Pin 4 |
| 5 | 8 | Decimal Input Pin 5 |
| 6 | C | Output Pin C |
| 7 | B | Output Pin B |
| 8 | GND | Ground Pin |
| 9 | A | Output Pin A |
| 10 | 9 | Decimal Input Pin 10 |
| 11 | 1 | Decimal Input Pin 11 |
| 12 | 2 | Decimal Input Pin 12 |
| 13 | 3 | Decimal Input Pin 13 |
| 14 | D | Output Pin D |
| 15 | NC | Not Used |
| 16 | Vcc | Chip Supply Voltage |
- Fungsi: Dekoder, Demultiplekser
- Keluarga Teknologi: LS
- VCC (Min): 4,75V
- VCC (Maks): 5,25V
- Saluran: 1
- Tegangan (Nom): 5V
- Frekuensi Maksimum pada Tegangan normal: 35Mhz
- tpd pada Tegangan normal (Maks): 100 nsec
- Konfigurasi: 4:7
- Tipe: Kolektor Terbuka
- IOL (Maks): 3,2mA
- IOH (Maks): -0,05mA
- Peringkat: Katalog
- Kisaran suhu pengoperasian (C): 0 hingga 70
- Bit (#): 7
- Kebocoran input digital (Maks): 5uA
- ESD CDM (kV): 0,75
- ESD HBM (kV): 2
Logic toggle merupakan suatu rangkaian logika digital yang menghasilkan sinyal output biner (logika tinggi atau rendah) secara bergantian (toggle) setiap kali menerima sinyal pemicu (trigger). Rangkaian ini umumnya digunakan untuk mengubah status suatu sistem dari kondisi aktif ke tidak aktif, atau sebaliknya, dengan menggunakan satu tombol atau pulsa logika sebagai input.
5). Resistor
- Resistor
Kapasitor


- Mode of Operation: Tactile feedback
- Power Rating: MAX 50mA 24V DC
- Insulation Resistance: 100Mohm at 100v
- Operating Force: 2.55±0.69 N
- Contact Resistance: MAX 100mOhm
- Operating Temperature Range: -20 to +70 ℃
- Storage Temperature Range: -20 to +70 ℃
Piranti tampilan modern disusun sebagai pola 7-segmen atau dot matriks.Jenis 7-segmen, sebagaimana namanya, menggunakan pola tujuh batang yang disusun membentuk angka 8 seperti ditunjukkan pada gambar 3.1.Menurut kesepakatan, huruf-huruf yang diperlihatkan dalam Gambar 3.1 ditetapkan untuk menandai segmen-segmen tersebut. Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9, juga bentuk huruf A sampai F (dimodifikasi).
Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7-segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD ke 7-segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7-segmen.
Piranti tampilan modern disusun sebagai pola 7-segmen atau dot matriks.Jenis 7-segmen, sebagaimana namanya, menggunakan pola tujuh batang yang disusun membentuk angka 8 seperti ditunjukkan pada gambar 3.1.Menurut kesepakatan, huruf-huruf yang diperlihatkan dalam Gambar 3.1 ditetapkan untuk menandai segmen-segmen tersebut. Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9, juga bentuk huruf A sampai F (dimodifikasi).
Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7-segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD ke 7-segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7-segmen.
a. Prosedur
a. Prosedur
- Siapkan seluruh komponen yang diperlukan.
- Rangkai sistem sesuai blok diagram Gambar 10.17.
- Hubungkan sumber clock 60 Hz ke Pulse Shaper.
- Hubungkan Pulse Shaper ke Divider Counter DIV60.
- Sambungkan keluaran Divider ke rangkaian counter detik, menit, dan jam.
- Hubungkan keluaran setiap counter ke decoder seven-segment.
- Berikan catu daya +5 Volt.
- Jalankan simulasi.
- Amati perubahan tampilan waktu setiap satu detik.
- Pastikan
perpindahan detik, menit, jam, dan indikator AM/PM berjalan dengan
benar. b.rangkaian 10.17
- Rangkaian 10.17 klik disini
File Video
- Video 10.17 klik disini
- Download Library disini
- Datasheet DM74S04 klik disini
- Datasheet 74LS47 klik disini
- Datasheet 7-Segement klik disini



.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar