9.17 TroubleShooting Circuitry 



 

1. Pendahuluan[Kembali]

Troubleshooting Circuitry merupakan suatu metode untuk mendeteksi, menganalisis, dan menemukan letak kerusakan pada suatu rangkaian digital. Pada rangkaian digital, kerusakan dapat disebabkan oleh komponen yang rusak, hubungan kabel yang terputus, kesalahan pada sinyal masukan, maupun kegagalan pada IC logika. Oleh karena itu diperlukan teknik troubleshooting agar proses pencarian kesalahan dapat dilakukan secara sistematis.

Pada rangkaian Gambar 9.17, proses troubleshooting dilakukan dengan memutus jalur antara output gerbang Schmitt Trigger 74ALS14 dan masukan A0 pada rangkaian decoder. Selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan logic probe pada titik pengujian (test point) untuk memastikan apakah saklar masih dapat menghasilkan logika HIGH dan LOW.

Metode ini bertujuan mempersempit kemungkinan sumber kerusakan sehingga teknisi dapat menentukan apakah kerusakan berasal dari rangkaian pembangkit alamat (switch), gerbang logika, atau rangkaian decoder. 

 

2. Tujuan[Kembali]

  • Memenuhi tugas mata kuliah Elektronika Digital.
  • Memahami konsep troubleshooting pada rangkaian digital.
  • Mengetahui cara menentukan lokasi kerusakan menggunakan metode pemisahan rangkaian (divide and conquer).
  • Mempelajari penggunaan test point dan logic probe dalam pemeriksaan sinyal digital.
  • Memahami fungsi IC 74ALS14 sebagai Schmitt Trigger inverter pada rangkaian digital.
  • Mengetahui cara menganalisis penyebab kerusakan pada rangkaian decoder.

    3. Alat dan Bahan[Kembali]

    - IC 74ALS14
    - Decoder Digital
    - Switch (Push Button)
    - Resistor
    - Kapasitor
    - Logic Probe
    - Power Supply +5 Volt
    - Ground
    - Kabel penghubung
    - Logic Toggle (Proteus)
    - Oscilloscope (opsional)
    - Multimeter Digital (opsional)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              

    1) IC 74ALS14

    Spesifikasi

    • Jenis : Hex Schmitt Trigger Inverter
    • Tegangan kerja : 4,75 – 5,25 Volt
    • Jumlah Gerbang : 6 Inverter
    • Teknologi : TTL
    • Supply : +5 Volt
    • Kecepatan tinggi
    • Memiliki karakteristik hysteresis sehingga tahan terhadap noise.

    Fungsi

    IC 74ALS14 digunakan sebagai inverter yang dilengkapi Schmitt Trigger. Komponen ini mengubah sinyal input yang berubah perlahan menjadi sinyal digital HIGH atau LOW yang stabil sehingga cocok digunakan sebagai debouncer pada push button.

    Konfigurasi Pin

    (Tambahkan gambar pin IC 74ALS14 sesuai datasheet.)

    Tabel Kebenaran

    InputOutput
    LOWHIGH
    HIGHLOW

    2) Switch

    Switch merupakan saklar yang digunakan sebagai pemberi input logika ke dalam rangkaian. Saat switch ditekan, kondisi logika akan berubah sehingga menghasilkan sinyal HIGH atau LOW yang kemudian diproses oleh IC 74ALS14.

    3) Logic Probe

    Logic Probe adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui kondisi logika pada suatu titik rangkaian digital.

    Indikasi Logic Probe:

    • HIGH → LED HIGH menyala
    • LOW → LED LOW menyala
    • Pulse → LED berkedip

    Logic Probe sangat membantu menentukan apakah suatu sinyal digital masih bekerja dengan benar tanpa harus menggunakan osiloskop.

    4) Resistor

    Resistor digunakan sebagai pull-up resistor sehingga ketika switch tidak ditekan, input tetap berada pada kondisi HIGH.

    Fungsi resistor:

    • Membatasi arus
    • Menstabilkan level logika
    • Menentukan kondisi default input

    Rumus Hukum Ohm

    V=IR

    5) Kapasitor

    Kapasitor berfungsi sebagai debouncing capacitor yang mengurangi efek bouncing mekanik pada switch sehingga perubahan logika menjadi lebih stabil.   

    4. Dasar Teori [Kembali]

     

    Piranti tampilan modern disusun sebagai pola 7-segmen atau dot matriks.Jenis 7-segmen, sebagaimana namanya, menggunakan pola tujuh batang yang disusun membentuk angka 8 seperti ditunjukkan pada gambar 3.1.Menurut kesepakatan, huruf-huruf yang diperlihatkan dalam Gambar 3.1 ditetapkan untuk menandai segmen-segmen tersebut. Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9, juga bentuk huruf A sampai F (dimodifikasi).

    Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7-segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD ke 7-segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7-segmen.


     


     

    4. Dasar Teori[Kembali]

     

     a. Prosedur

    • Siapkan segala komponen yang di butuhkan
    • Susun rangkaian sesuai panduan
    • Sambungkan rangkaian dengan baterai untuk sumber tenaga
    • Hidupkan rangkaian
    • Apabila tidak terjadi eror, maka rangkaian selesai dibuat.

    Gambar Rangkaian: 








     c. Video Simulasi Rangkaian

    5. Percobaan[Kembali]


    a. Prosedur

    • Siapkan segala komponen yang di butuhkan
    • Susun rangkaian sesuai panduan
    • Sambungkan rangkaian dengan baterai untuk sumber tenaga
    • Hidupkan rangkaian
    • Apabila tidak terjadi eror, maka rangkaian selesai dibuat.

    Gambar Rangkaian: 







    6. Link Download[Kembali]

    File Rangkaian

     File Video 

    Datasheet


    Komentar

    Postingan populer dari blog ini